Tak Ada Manfaat, Fraksi NasDem “Cut” Anggaran Belanja Sejumlah OPD Belu

Tak Ada Manfaat, Fraksi NasDem “Cut” Anggaran Belanja Sejumlah OPD Belu

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Fraksi NasDem DPRD Belu “cut” alias memangkas bahkan meminta untuk tidak perlu didanai program kegiatan sejumlah OPD lingkup Pemkab Belu pada tahun 2020 nanti.

Anggaran sejumlah OPD Belu yang di “cut” di antaranya anggaran OPD Dinas Pariwisata Belu senilai 10,2 miliar lebih untuk program pengembangan destinasi pariwisata yang terbagi dalam tiga sub item kegiatan diantaranya; peningkatan sarana dan prasaran pariwisata senilai 478juta lebih, pengembangan daerah tujuan wisata sebesar 1,9 miliar lebih, pembangunan kawasan wisata rohani senilai 7,8 miliar lebih.

Fraksi NasDem DPRD Belu menilai, anggaran OPD Dinas Pariwisata Belu senilai 10,2 miliar lebih untuk program pengembangan destinasi pariwisata tidak perlu lagi karena merupakan kegiatan dari tahun sebelumnya.

Hal ini tertuang dalam pemandangan umum Fraksi NasDem DPRD Belu yang dibacakan Sekretaris NasDem DPRD Belu, Aprianus Hale dalam sidang dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi di ruang sidang, Senin (25/11/2019).

Baca Juga  Pejuang Timor-Timur Mengadu ke Komisi I DPRD Belu

Selain itu, terhadap anggaran untuk pembuatan dokumen promosi pariwisata sebesar 450juta juga tidak perlu lagi karena sangat tidak efektif karena terjadi pemborosan.

Masih dalam pemandangan umum Fraksi NasDem DPRD Belu, pada kegiatan festival pantai utara senilai 200juta lebih juga dicut karena dinilai hanya menghabiskan anggaran dan tidak berdampak langsung pada pingkatan ekonomi nelayan.

Pada OPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, program gerakan minum susu bagi Anak PAUD dengan anggaran sebesar 300juta lebih dinilai tidak efektif.

Program kegiatan fasilitasi penyelenggaraan festival budaya daerah dengan anggaran 1M lebih tidak perlu diadakan karena hanya pemborosan dan tidak berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Pada OPD Satpol PP kegiatan fasilitasi HUT Pol PP dengan anggaran 300juta lebih dinilai hanya pemborosan dan tidak berdampak pada kinerja aparat Pol PP.

OPD Dinas Kepemudaan dan Olahraga dengan kegiatan peningkatan peran serta kepemudaan yang menelan anggaran 900juta lebih dinilai hanya menghabiskan anggaran dan tidak memeliki hasil yang signifikan. Termasuk kegiatan pembinaan dan pemasyarakatan olahraga dengan anggaran sebesar 2,8M dinilai penggunaannya selama ini tidak transparan.

Baca Juga  Pemerintah dan Warga Perbatasan Apresiasi Perhatian dan Kepedulian TNI

Selanjutnya OPD Dinas PMD Belu pada kegiatan aparatur pemerintahan Desa dengan anggaran 925juta lebih dinilai kegiatan yang tidak produktif. Hal ini terlihat pada beberapa kasus yang timbul pada pemerintahan desa yang diakibatkan oleh lemahnya kinerja dari OPD PMD.

Termasuk kegiatan peningkatan keberdayaan masyarakat pedesaan dengan anggaran 744juta lebih dinilai hanya pemborosan dan kegiataan tersebut dianggap selama ini tidak pernah dilaksanakan.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Belu, Benedictus Manek kepada gerbangindonews.com menegaskan, pihaknya memandang untuk memangkas anggaran pada sejumlah OPD Belu karena dinilai hanya pemborosan.

“Iya kita perlu jeli karena pemanfaatan anggaran ini harus ada manfaatnya, baik untuk peningkatan kinerja, juga dampak langsung yang harus menyentuh dan dirasakan langsung masyarakat. Jangan terkesan pemborosan,” tandas Benny Manek begitu akrab dikenal.

Baca Juga  Peduli Lingkungan, TNI Gandeng PSHT Belu Kerja Bakti

Ketua Komisi I DPRD Belu ini menambahkan, sikap Fraksi NasDem untuk jeli mengawasi setiap usulan OPD dalam bentuk belanja kegiatan (pemanfaatan anggaran) itu dilakukan karena dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki ini benar-benar digunakan seefektif mungkin demi kemaslahatan kompleksitas problem yang terjadi di masyarakat.

“Intinya dengan anggaran yang terbatas, kita pergunakan seefektif mungkin untuk pembangunan di belu, terutama yang bersentuhan lansung dengan kesejahteraan rakyat. Jangan kita habiskan anggaran hanya untuk kegiatan yang tidak urgen. Apa lagi hanya pemborosan. Karena masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Belu akan digelar pada sidang lanjutan sore ini.

[gin/mp]

678

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: