Sidang DPRD Belu Diwarnai Aksi Guru Teko

Sidang DPRD Belu Diwarnai Aksi Guru Teko

Atambua, Gerbangindonews. Com – Polemik pengangkatan 204 Tenaga Kontrak (Teko) Guru oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay ternyata belum tuntas.

Padahal, Bupati Lay telah merevisi SK pertama karena bermasalah yakni tidak sesuai dengan kriteria yang ditentukan (lama masa pengabdian) dan setelah mendapat protes para Guru Teko yang namanya tidak diakomodir.

Hal ini terungkap dengan adanya aksi protes yang masih dilakukan oleh para guru dengan menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Belu, Senin (18/11/2019).

Pantauan gerbangindonews.com, aksi para guru yang tergabung dalam Forum Solidaritas Guru Peduli Demokrasi itu mendatangi kantor DPRD Belu sekira pukul 10.30 wita.

Baca Juga  Pemda Belu Alihkan Anggaran Perjalanan Dinas 15M Lebih untuk Cegah Covid-19

Mereka melakukan orasi secara bergiliran di depan pintu gerbang kantor DPRD Belu.

Mereka juga membawa sejumlah poster bertuliskan “Jangan jadikan kami tumbal politik, stop tipu guru, berikan apa yang menjadi hak kami, rezim pemerintah kabupaten belu “gagal”, dan beberapa spanduk atau poster lainnya.

Menariknya, aksi damai puluhan guru itu bertepatan dengan Pembukaan sidang I Tahun 2019 yang sedang berlangsung di ruang sidang DPRD Belu.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Adrianus Mali menegaskan pihaknya merasa pemerintah telah mempermainkan nasib mereka sebagai guru.

Pasalnya, pada SK pertama, nama mereka ada dan diakomodir dalam SK karena mereka sudah mengabdi selama belasan tahun sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

Baca Juga  Marsel Mau Meta Jabat PLH Sekda Belu, Sertijab Disaksikan Wabup

Namun ungkap Adrianus, setelah direvisi pada SK kedua, nama mereka tidak ada.

Ia meminta pemerintah dalam hal ini Bupati Belu dan dinas terkait untuk tidak mengorbankan mereka.

“Jangan jadikan kami tumbal politik. Kami tidak tau politik, kami hanya mengabdi mencerdaskan anak-anak Bapak, Ibu termasuk anak Bupati,” pungkasnya.

Menurut Adrianus, selama ini ia bersama rekan guru lainnya sudah mengadu ke DPRD Belu dan Kadis P dan K bahkan Bupati.

Tetapi hingga hari ini tidak ada keputusan yang berpihak kepada mereka.

Baca Juga  PDAM Jajaki Investor Air Masuk Belu, Begini Respon DPRD Belu

Hingga berita ini diturunkan, aksi para guru masih terus berlangsung di luar kantor DPRD Belu tepatnya di pintu gerbang.

Sementara pimpinan dan anggota DPRD Belu, Bupati Belu dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Belu tengah sidang di ruang sidang DPRD Belu.

Aksi para guru Teko itu mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat Kepolisian Polres Belu dan Satpol PP Belu.

[gin/mp]

202

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: