Saat Mengadu Tak Ada Satupun Anggota DPRD Belu, Ini Aspirasi Warga

Saat Mengadu Tak Ada Satupun Anggota DPRD Belu, Ini Aspirasi Warga

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Warga Desa Debululi, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, NTT, Perbatasan RI-Timor Leste mendatangi kantor DPRD Belu, Selasa (17/03/2020) pagi.

Warga mendatangi kantor DPRD Belu hendak mengadukan aspirasi mereka terkait listrik, infrastruktur jalan dan sekolah.

Namun aspirasi warga belum berhasil disampaikan lantaran tak ada satupun Anggota DPRD Belu yang berkantor.

Pasalnya, saat ini semua Anggota DPRD Belu sedang melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke luar daerah.

Setelah gagal bertemu anggota DPRD Belu, warga masyarakat asal Dusun Hanawai dan Dusun Akaluan itu meninggalkan gedung DPRD dan beristirahat sejenak di Taman Kota Atambua.

Perwakilan warga, Klemens Mere yang ditemui wartawan mengatakan, mereka datang ke DPRD untuk menyampaikan tiga aspirasi utama yaitu, jalan raya, listrik dan sekolah.

Baca Juga  Anggota DPRD Belu Pertanyakan Hasil Revisi SK 204 Teko Guru

“Kami atasnama masyarakat kedua dusun yaitu Dusun Hanawai dan Dusun Akaluan, kami datang untuk menyampaikan apsirasi, pertama akes jalan, kedua, listrik dan ketiga pendidikan,” ungkap Klemens.

Menurut Klemens yang juga Anggota BPD itu bahwa, akses jalan menuju wilayah dusun Hanawai dan Dusun Akaluan belum dikerjakan sampai saat ini sehingga mobilitas masyarakat dari dan ke wilayah tersebut sangat terhambat. Terlebih pada musim hujan seperti saat ini, kondisi jalan berlumpur dan banjir.

“Dari dulu sampai sekarang, jalan belum dibuka. Jalan setapak saja. Jalan penting karena warga mau jual hasil bumi sulit. Kami hanya pakai ojek. Mobil tdak bisa masuk kalau hujan begini, banjir lagi. Dan juga kalau ada orang sakit, kami setengah mati mau antar. Kami pakai pikul,” ujarnya.

Baca Juga  Kisah Nenek Marta, Warga Eks Timor-Timur di Belu Bertahan Hidup dengan Batu Kali

Selain jalan, lebih lanjut Klemens menuturkan, masyarakat meminta pemerintah agar memasang jaringan listrik ke wilayah Dusun Hanawai dan Dusun Akaluan.

Masyarakat kata Klemens sangat membutuhkan listrik supaya mereka juga bisa menikmati penerangan seperti yang dirasakan masyarakat di dusun yang lain. Saat ini masyarakat di dua dusun tersebut masih menggunakan lampu pelita.

“Sampai saat ini kami listrik belum ada. Kami pakai pelita, anak sekolah SD, SMP belajar pakai lampu pelita. Kasian kami, dusun-dusun yang lain sudah ada listrik sementara kami gelap terus. Kami minta perhatian pemerintah,” tuturnya.

Selain jalan dan listrik, Klemens menambahkan masyarakat juga meminta pemerintah untuk memperhatikan masalah pendidikan di wilayah tersebut. Di wilayah itu sudah ada SD dan juga SMP kelas jauh dari SMPN Debululi yang dibuka sejak empat tahun lalu. Masyarakat merindukan agar di wilayah tersebut dibangun satu SMP induk, bukan status kelas jauh.

Baca Juga  Berkat Bupati Lay, Warga Belu Budidaya Maek Bako Bisa Biayai Anak Kuliah dan Beli Motor Cash

Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Jr yang dikonfirmasi mengatakan saat ini Anggota DPRD Belu tengah bertugas diluar daerah.

Pihaknya tambah politisi Demokrat itu akan menjadwalkan untuk bertemu dengan para warga tersebut.

“Ini kebetulan semua lagi bertugas (ke kupang), nanti satu atau dua hari ini kita jadwalkan untuk bertemu mereka (warga), nanti saya konfirmasi ke bagian sekretariat,” kata Ketua DPRD Belu.

[A-01/Gin]

60

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: