Resmikan Rumah Adat Suku Kaliduk, Bupati Lay: Rawat Karena Lambang Identitas

Resmikan Rumah Adat Suku Kaliduk, Bupati Lay: Rawat Karena Lambang Identitas

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Bupati Belu Willybrodus Lay meresmikan Rumah Adat dari ketiga Suku Kaliduk yang terletak di Teluk Gurita, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Perbatasan RI-RDTL, Jumat (10/01/2020).

Ketiga rumah adat suku Kaliduk yang diresmikan Bupati Lay setelah selesai direvitalisasi itu masing-masing Rumah Adat Kaliduk Uma Katuas yang telah mencapai 100 persen, Kaliduk Uma Meo mencapai 99 persen dan Kaliduk Uma Bei Hale yang sementara proses fisiknya 75 persen.

Dalam sambutannya, Bupati Lay meminta kepada masyarakat Kaliduk agar senantiasa menjaga dan merawat bangunan rumah adat itu karena sebagai lambang identitas Suku Kaliduk.

Terkait kawasan di sekitar bangunan rumah adat, lanjut Bupati Lay, pihaknya menegaskan agar masyarakat tidak membangun di kawasan sepanjang Teluk Gurita, dan membiarkannya sebagai ruang terbuka hijau.

Baca Juga  Kemitraan Pena Batas dengan Legislatif Belu Semakin Suram
Bupati Belu, Willybrodus Lay didampingi Kajari Belu, Alfons Loe Mau saat meninjau Rumah Adat Kaliduk

Bila perlu menanam pohon yang mampu bertahan dalam cuaca panas di sepanjang kawasan tersebut dengan pohon .

“Masyarakat Kaliduk yang berdiam di Kawasan sepanjang Teluk Gurita harus menjaga kondisi tetap terbuka dan tidak boleh menutup akses laut serta masyarakat wajib menanam dengan pohon yang tahan panas sehingga menjadi hijau dan rindang serta menata lingkungan Teluk Gurita menjadi objek wisata yang menarik yang berdampak pada penarikan PAD,” ungkap Bupati Lay.

Terkait dengan perhatian pemerintah terhadap suku lainnya di Belu tambah Bupati Lay, pihaknya bersedia melakukan revitalisasi rumah adat jika ada permintaan bantuan dari suku bersangkutan.

“Kami siap mendukung suku di Belu yang ingin merevitalisasi rumah adatnya, sebab keberadaan rumah adat sangat penting bagi kelangsungan hidup suku bersangkutan, serta akan mengangkat harkat dan martabat suku, serta semakin memperkenalkan eksistensi suku tersebut di mata masyarakat luas,” ujar Bupati Lay.

Baca Juga  Ternyata Anggaran untuk Pengadaan Maek Bako di Belu Hampir 4 M

Sementara itu, Ketua Umum Suku Kaliduk Agustinus Mau mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah yang telah memperhatikan keberadaan suku Kaliduk dengan bantuan merevitalisasi rumah adat bagi tiga suku Kaliduk.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Belu yang telah mendukung kami merevitalisasi rumah adat, serta Bupati Belu Willy Lay yang secara langsung datang meresmikan rumah adat serta mengunjungi kami disini,” ungkap Agustinus Mau.

Terkait pembangunan rumah adat, lanjut Agustinus, pihaknya telah merencanakan sejak lama, namun terkendala biaya sehingga pihaknya meminta dukungan pemerintah sehingga mendapatkan bantuan dana.

Baca Juga  Rival Terkuat di Pilkada Belu 2020, WL dan AT Menunggu Keputusan Parpol

“Kami telah melaksanakan pembangunan rumah adat Kaliduk dan hari ini diresmikan, setelah ini kami tetap menjaga kehidupan masyarakat Kaliduk hidup berpedoman pada tata krama dan nilai luhur sejak zaman nenek moyang agar dapat mewariskannya kepada anak cucu,” ujar Agustinus.

Hadir dalam peresmian rumah adat Suku Kaliduk tersebut, Kajari Belu, Alfons Loe Mau, Kadis PUPR Vincent Laka, dan pimpinan OPD.

Peresmian Rumah adat Suku Kaliduk secara simbolis ditandai dengan membuka pintu rumah adat Kaliduk oleh Bupati Lay dilanjutkan dengan peninjauan rumah adat.

[A-01/Gin]

70

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: