Puluhan Warga Perbatasan RI-RDTL Terserang Diare

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Sedikitnya 58 orang warga Desa Ekin, Loonuna, Sisi Fatuberal dan Wedomu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL terserang diare pada, Rabu (15/01/2020).

Para pasien langsung dilarikan ke Puskesmas Nualain dan Puskesmas Weluli untuk mendapat pertolongan medis.

Dari 58 pasien, 25 orang menjalani rawat jalan, sementara 33 orang harus dirawat inap (opname).

Dilansir dari laman resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu, Bupati Belu, Willybrodus Lay setelah mendapat laporan mengenai wabah diare yang menyerang 58 warga Kecamatan Lamaknen Selatan langsung turun ke Puskesmas Nualain dan Puskesmas Weluli untuk melihat secara langsung kondisi pasien.

Dalam pantauan langsung di Puskesmas Nualain, setiba di Puskesmas Nualain Bupati Willy disambut Kepala Dinas Kesehatan, dr. Joice Manek bersama tim langsung menuju ruang perawatan pasien.

Baca Juga  Saat Rapat, Dua Lurah di Belu Ini Mendadak Dipanggil Bupati Lay ke Depan, Ada Apa?

Informasi yang dihimpun, dari 58 warga yang terkena wabah diare ini sudah ditangani secara cepat oleh Puskesmas Nualain dan Puskesmas Weluli yakni 25 pasien menjalani rawat jalan dan 33 pasien rawat inap.

Untuk diketahui, warga Kecamatan Lamaknen Selatan yang terkena wabah diare ini yakni dari Desa Ekin sebanyak 47 orang, Loonuna 7 orang, Sisi Fatuberal 1 orang dan dari Wedomu 3 orang.

Usai meninjau pasien, Bupati Willy Lay menyampaikan kepada Tim Dokter agar selalu cepat dalam menangani pasien dan mengecheck secara rutin para korban yang terkena wabah diare.
“Dokter selalu standby dan check terus perkembangan pasien yang rawap jalan maupun yang rawat inap,” ujar Bupati Willy Lay.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Joice Manek usai peninjauan menyampaikan wabah diare itu ada hubungannya dengan saluran pencernaan. Hal ini bisa disebabkan karena makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh masyarakat.
Diuraikan pasien yang terkena wabah diare berjumlah 58 orang dengan rincian dari Desa Ekin 47 orang, Loonuna 7 orang, Sisi Fatuberal 1 orang dan dari Wedomu 3 orang.

Baca Juga  Selain "Disemprot" Gubernur, Ini Alasan Pemda dan Aparat Berantas Judi di Belu

“50 pasien sudah kita pulangkan ke rumah masing-masing dan sekarang yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Nualain berjumlah 8 orang. Ada 9 pasien yang kami kirim ke Puskesmas Weluli untuk perawatan disana,” rinci Joice Manek.

Selanjutnya untuk selalu memantau dan mengantisipasi, dari Dinas Kesehehatan sudah membangun Posko di Desa Ekin.

“Kami sudah membangun Posko di Ekin untuk antisipasi kalau masih ada pasien susulan. Untuk dokter juga tetap standby disini dan besok (red:hari ini) ada 2 dokter yang akan standby di Puskesmas,” jelas mantan Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua.

Baca Juga  Satgas Yonif 142/KJ Bantu Olah Lahan Sawah Warga Perbatasan

Kepada masyarakat, Kadis Kesehatan juga menghimbau agar selalu memperhatikan kebersihan lingkungan serta makanan dan minuman.

Turut hadir mendampingi Bupati Belu, Anggota DPRD Belu, Fransiskus X. Saka, Kabag Pembangunan, Yulita Kali Mau, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Cristoforus M. Loe Mau, Camat Lamaknen dan Lamaknen Selatan bersama unsur Forkopimcam Lamaknen.
Usai pemantauan di Puskesmas Nualain, Bupati Belu bersama rombongan melanjutkan peninjauan di Puskesmas Weluli.

[A-01/Gin/Pkpsetdabelu]

56

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: