Pulang Dari Belanda, Mama Selvi Latih Komunitas Tenun Timor

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Selviana Boi Dao yang akrab dikenal Mama Selvi baru saja tiba kembali di Belu setelah memperkenalkan Ikat Belu ke komunitas internasional di Belanda beberapa waktu lalu atas rekomendasi Pemerintah Daerah (Pemda) Belu melalui Dekranasda Belu.

Setelah berhasil memperkenalkan Ikat Belu ke komunitas internasional di Belanda, kini Mama Selvi kembali ditunjuk Pemda Belu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kabupaten Belu untuk melatih ibu-ibu para pelaku tenun yang ada di Kabupaten Belu.

Salah satu kelompok tenun yang dilatih Mama Selvi adalah Komunitas Tenun Timor yang di Kelurahan Manumutin.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kabupaten Belu, Franciskus Asten melalui Kabid Perindustrian, Maria Erni Ganggas, SH kepada gerbangindonews.com mengatakan pihaknya menunjuk Mama Selvi sebagai instruktur dalam pelatihan ini karena pengalaman Mama Selvi dalam menenun hasilnya sudah diterima komunitas Internasional.

Baca Juga  Baru Dikerjakan, Jembatan Rafae-Belu Telan Anggaran Ratusan Juta Ambruk

Pengalaman dan kemampuan ini kata Erny Ganggas begitu akrab dikenal dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk memberdayakan ibu-ibu para pelaku tenun yang lain.

Lebih lanjut Erny menjelaskan, tujuan kegiatan pelatihan yang lebih fokus pada pewarnaan alam ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana cara meningkatkan kualitas kain tenun ikat yang diproduksi.

“Sehingga peserta pelatihan dapat menciptakan produk kain tenun yang berkualitas dan dapat meningkatkan kesejahteraan peserta yang adalah pelaku tenun,” kata Kabid Erny ketika ditemui di lokasi pelatihan, Rabu (18/12/2019).

Baca Juga  Kadis Akui Porang Milik Pemda Belu Telan 1,3 M Gagal

Kegiatan pelatihan sendiri tambah Erny, akan berlangsung selama tiga hari mulai hari ini, Rabu 18 hingga Jumat 20 Desember 2019.

“Kegiatan tiga hari, pelatihan juga di lakukan di 26 kelompok tenun lainnya yang ada di Belu. Kita juga memberikan dukungan berupa bahan baku dan fasilitas tenun kepada para peserta atau kelompok tenun yang di latih,” urai Erny.

Sementara itu instruktur tenun, Mama Selvi mengemukakan pelatihan yang diberikan diantaranya praktek peramuan bahan–bahan alami untuk pewarnaan alam yakni pencampuran bahan alam, dilanjutkan dengan perminyakan dan perendaman dengan warna yang diinginkan, kemudian penjemuran serta penggulungan benang.

Baca Juga  ODGJ di Belu Dianiaya, Wakapolda NTT Belum Dapat Laporan

“Kita mau supaya hasil tenun kita kualitasnya bagus sehingga bisa diterima di pasar terutama pecinta tenun,” ungkap Mama Selvi.

Pendamping Komunitas Tenun Timor, Albertina Da Gama menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perdagin dan Instruktur Mama Selvi yang telah memberikan pelatihan pewarnaan alam bagi Komunitas Tenun Timor.

“Semoga bermanfaat dan nantinya hasil tenun kami kualitasnya lebih baik lagi,” pintanya.

[A-01/Gin]

25

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: