PPB dan ODP di Belu Terus Menurun, PDP Nihil

PPB dan ODP di Belu Terus Menurun, PDP Nihil

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Data monitoring di wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Belu hingga Kamis, 23 April 2020 Pukul 14:00 WITA jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 420 orang menurun sebesar 35 orang dari jumlah kemarin sebanyak 455 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 67 orang, berkurang 50 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP hari ini 17 orang.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

Baca Juga  Setahun Proses di Polres Belu, Korban Penganiayaan Akan Lapor ke Polda

Demikian Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu yang juga Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu, Cristoforus M. Loe Mau dalam rilis yang diterima media ini, Kamis (23/04/2020).

Menurut Cristoforus, walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri dirumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.

Baca Juga  Huruk Bulas Juarai Final Bupati Cup IV 2019

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 diimbau agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri. Lindungi diri, lindungi sesama.

Baca Juga  Lagi, PT Naviri Tak Bayar Jasa Sewa Alat Berat 100 Juta Lebih

Sebagai informasi, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, World Health Organization (WHO) menganjurkan agar semua masyarakat menggunakan masker.

Untuk masker N95 dikhususkan kepada Tenaga Medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

[A-01/Gin]

62

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: