Polisi Tahan Dua Tersangka Pengguna Obat Riklona, Kuasa Hukum: Non Prosedural

Polisi Tahan Dua Tersangka Pengguna Obat Riklona, Kuasa Hukum: Non Prosedural

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Penahanan dua tersangka masing-masing Saiful dan Feridian oleh penyidik Satresnarkoba Polres Belu karena menggunakan narkotika golongan IV jenis obat Riklona dinilai non prosedural.

Pasalnya, proses penanganan melalui penyidikan oleh penyidik Resnarkoba terhadap kedua tersangka yang adalah warga Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu asal Bima hingga kedua tersangka ditahan di sel Mapolres Belu sejak Kamis, 12 Desember 2019 lalu itu tidak sesuai dengan mekanisme dan tahapan Hukum Acara yang berlaku.

Demikian kuasa hukum kedua tersangka, Ferdy Maktaen Tahu kepada wartawan di Atambua, Sabtu (14/12/2019).

Baca Juga  Pilkada Belu 2020: KPU Pleno Rekapitulasi Verfak Dukungan Balon Viva Mateke

Menurut Ferdy, kedua kliennya mengaku dalam proses BAP, tidak ada pertanyaan kepada kedua tersangka untuk menjawab. Namun pertanyaan pihak penyidik diketik dengan dijawab sendiri oleh penyidik, selanjutnya kedua tersangka hanya di minta untuk tandatangan.

Penahanan juga tambah Ferdy, dilakukan tanpa ada pemberitahuan kepada keluarga tersangka.

“Jadi kita melihat proses hukum ini sangat melenceng dari mekanisme dan tahapan dalam proses penyidikan,” tegas Ferdy.

Ia menegaskan, kedua kliennya tidak bersalah dalam menggunakan obat tersebut. Jika obat ini dilarang, maka tindakan kejahatan atau pidana adalah korporasi atau lembaga yang menyediakan obat ini.

Baca Juga  Didukung Sesepuh, IKBSK Berbagi Kasih dengan Warga Belu Terdampak Covid-19

“Obat yang dikonsumsi obat legal yang dijual di apotik dan ada nomor register di BPOM. Klien saya hanya konsumsi, harusnya apotik yang menjual obat ini yang diminta pertanggungjawaban,” urai Ferdy.

Ia meminta penyidik Resnarkoba Polres Belu untuk profesional dalam bertindak dalam menangani kasus ini dengan melepas (bebaskan) kedua tersangka.

“Bagi kami penahanan ini tidak jelas, dasar hukumnya tidak jelas. Penyidik paksakan ini untuk di tahan, tidak tahu orientasinya apa. Prinsipnya kita mendukung Polri bertindak secafa profesional, bukan ada kepentingan lain,” pungkasnya.

Baca Juga  PT Naviri PHK Puluhan Karyawan, DPRD Belu Geram

Terpisah, Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian melalui Kasat Resnarkoba Polres Belu, AKP Libartino Silaban yang dikonfirmasi terkait penanganan dan penahanan dua tersangka tersebut mengatakan pihaknya sudah menjelaskan (konfirmasi) ke kuasa hukum kedua tersangka.

“Itu sudah saya konfirmasi dengan pengacaranya. Maaf, silahkan dikonfirmasi dengan pihak kuasa hukumnya,” kata Kasat Silaban melalui pesan WhatsAppnya.

[A-01/Gin]

134

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: