Pemda Belu Bersinergi Perangi DBD

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini menjadi sorotan.

Hal ini seiring dengan terus meningkatnya kasus dan korban jiwa akibat penyakit yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti tersebut.

Di Kabupaten Belu, penyakit DBD mengalami peningkatan secara siginifikan dari tahun ke tahun.

Khusus di tahun 2020 ini, serangan wabah yang sangat berbahaya itu mengalami peningkatan drastis selama dua bulan belakangan (Januari-Februari).
Pada Rabu (04/03/2020), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr Joice Manek, M.Ph menyatakan bahwa terdapat 209 Kasus DBD dengan korban meninggal dua orang.

Berselang dua hari, Jumat (06/03/2020) dalam rapat koordinasi penanganan DBD di Belu yang berlangsung di Gedung Betelalenok, dr. Joice Manek dalam paparannya menyatakan bahwa hingga Jumat (06/03/2020) sudah terjadi peningkatan kasus DBD yakni mencapai 250 kasus. Dimana hanya berselang dua hari terjadi peningkatan sebanyak 41.

Dari total jumlah kasus ini terdapat dua orang pasien anak meninggal dunia.

Menyikapi situasi semakin meningkatnya kasus DBD di Belu, Pemkab Belu mengambil langkah penanganan untuk memeranginya dengan bersinergi lintas sector.

Baca Juga  Perlebar Jalan Menuju Bandara, Pemda Belu Siapkan 2,5 M untuk Pembebasan Lahan

Hal itu disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Belu, Wilybrodus Lay dan Wakil Bupatu (Wabup) JT Ose Luan di Aula Betelalenok, Jumat (06/03/2020) pagi.

Dalam arahannya, Wabup Belu Ose Luan meminta semua Instansi, Camat hingga desa untuk bersama melakukan kegiatan pembersihan lingkungan di seluruh wilayah kabupaten Belu.

Wabup Ose Luan juga menginstruksikan kepada semua jajaran dan meminta bantuan TNI dan Polri untuk ikut membantu masyarakat dalam kegiatan 3M-Plus yang akan dilalukan sepekan ke depan terhitung Sabtu(07/03/2020) hingga Sabtu (14/03/2020).

Dengan tegas, Mantan Sekda Belu itu memerintahkan para camat dan kepala desa di Belu untuk segera melalukan upaya-upaya penanganan DBD di Belu.

“Para camat mulai besok beraksi dan dengan kembangkan kekuatan kerja sama dengan diperkuat Danramil serta instansi vertikal yang ada di wilayah masing-masing karena Puskesmas tidak bisa jalan sendiri tapi diperkuat dengan Desa dan Camat”, tegas Wabup Ose Luan.

Selain memberikan instruksi, Wabup Belu juga langsung membentuk tim dimana Instansi terkait di lingkup Pemkab Belu dibagi dalam tim yang disebar di kecamatan yang ada di Kabupaten Belu.

Baca Juga  Patung Bunda Maria di Teluk Gurita-Belu: Ikon Baru dan Tertinggi se Asia Tenggara

Sementara itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay meminta semua pihak agar melakukan penanganan secara serius terhadap masalah DBD di Belu yang kian meningkat angka kasusnya.

“Perlu penanganan secara serius karena ini satus DBD di Belu sudah endemis tinggi. Karena itu segera lakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebersihan lingkungan. Jangan tunggu sampai hari Senin. Besok sudah harus mulai,” tegas Bupati Lay.

Menurut Bupati Lay, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah alat fogging. Untuk itu Dinas Kesehatan harus segera melakukan penjabaran APBD untuk melakukan pengadaan tambahan alat fogging karena saat ini Dinas Kesehatan hanya memiliki lima alat fogging dari total 17 Puskesmas di Belu yang tersebar di 12 kecamatan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek dalam pemaparan umum menyampaikan bahwa faktor yang mempengaruhi peningkatan dan penyebaran DBD adalah sanitasi lingkungan dan perumahan yang masih rendah dalam hal Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga  Di RSUD Atambua, Pasien DBD Terus Meningkat, 2 Meninggal

Faktor lainnya jelas Kadis Joice adalah adanya mobilisasi penduduk, keadaan iklim yang tidak menentu yang berpengaruh terhadap perkembangbiakan nyamuk demam berdarah serta belum adanya sinergitas antara stakeholder dalam penanggulangan mewabahnya kasus DBD di Kabupaten Belu.

Berbagai upaya kata dr. Joice telah dilakukan Dinas Kesehatan bersama jajarannya yaitu melakukan surveilens aktif, pengobatan dan perawatan DBD, pemberantasan vektor berupa foging fokus dan abetesasi, melakukan penyuluhan melalui penyeberluasan informasi baik media massa dan media elektronik, melakukan siaran keliling oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan serta melibatkan seluruh unsur terkait tentang kewaspadaan dini menghadapi kasus berpotensi wabah dengan pola PSN 3M Plus (Menguras, Menutup dan Mengubur Plus menggunakan kelambu, obat anti nyamuk/lotion maupun menanam tanaman yang ditakuti nyamuk seperti tanaman sereh dan tanaman lavender).

[A-01/Gin-Adv Kominfo Belu]

22

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: