Pekerja Migran Asal Belu Pulang Saat Wabah Covid-19, Ini Langkah Pemerintah

Pekerja Migran Asal Belu Pulang Saat Wabah Covid-19, Ini Langkah Pemerintah

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Belu mewaspadai dan mengantisipasi kepulangan Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditengah wabah Covid-19.

Langkah antisipasi yang dilakukan Disnakertrans Kabupaten Belu adalah melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan termasuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu.

Demikian Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Belu, Laurentius Nahak kepada awak media usai kegiatan di DPRD Belu, Rabu (27/05/2020) siang.

Baca Juga  Diduga Gelapkan Uang Nasabah, Polisi Bekuk Karyawan Koperasi Gilang Gemilang

Dijelaskan Kadis, sesuai informasi, dari 5000 Pekerja Migran Indonesia terdapat 4 Pekerja Migran asal Kabupaten Belu yang akan pulang ke tanah air pekan ini.

Kepastian kepulangan PMI asal Belu dari Malaysia itu kata Kadis setelah dilakukan konfirmasi pihaknya ke pihak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang.

“Setelah saya konfirmasi dengan BP3TKI, itu kemungkinan empat orang angka pastinya belum tahu, dan mereka dari Malaysia,” terang dia.

Baca Juga  Antisipasi Virus Corona, RSUD Atambua Sediakan Ruang Isolasi

Menurut Kadis, saat tiba di tanah air dan sebelum ke daerah, para Pekerja Migran itu akan dikarantina di Tanjung Pinang selama 14 hari, setelah itu dari Tanjung Pinang baru berangkat menuju ke Kupang.

“Sekarang tiba di Kupang kita belum tau. Tadi pagi saya masih konfirmasi dengan BP3TKI bahwa dari Belu belum datang,” katanya.

Namun demikian tambah Kadis, pihaknya tetap memantau dan mengantisipasi dengan terus melakukan koordinasi bersama beberapa dinas terkait.

Baca Juga  Kasus 1,2 Ton BBM, Natalia Masuk DPO, Polisi: Warga Bisa Tangkap

“Kalau mereka datang, di Desa mana, Dusun mana saya akan sampaikan ke Kadis Kesehatan untuk mereka dalam pantauan (ODP). Tapi untuk informasi nama di Dusun mana, Desa mana bukan dari saya, tapi itu kewenangan gugus tugas,” pungkasnya.

[A-01/Gin]

31

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: