Pastikan Ketersediaan APD, Tiga Anggota DPRD Belu ini Datangi RSUD

Pastikan Ketersediaan APD, Tiga Anggota DPRD Belu ini Datangi RSUD

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Tiga anggota DPRD Belu lintas komisi mendatangi RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Rabu (15/04/2020) sore.

Ketiga Anggota DPRD Belu yakni Aprianus Hale asal Fraksi NasDem yang juga anggota Komisi III, Agustinho Pinto, asal Fraksi Gerindra yang juga anggota Komisi II dan Theodorus Manehitu Djuang asal Fraksi PDI-P yang juga anggota Komisi I itu mendatangi RSUD Atambua untuk memastikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani kemungkinan adanya pasien Covid-19.

Pantauan media ini, ketiga politisi muda Belu itu diterima langsung Direktur RSUD Atambua, dr. Batsheba Elena Corputty, MARS didampingi Kepala Bidang Pelayanan, Sipri Mali dan Kapala Bidang Penunjang, Heny Nahak di ruang kerja Direktur.

Kesempatan itu, Anggota DPRD Belu, Aprianus Hale menyampaikan, pihaknya datang untuk memastikan bahwa tenaga medis RSUD Atambua sebagai salah satu rumah sakit rujukan sudah siap atau belum untuk menangani kemungkinan adanya pasien Covid-19.

Baca Juga  Covid-19 di Belu: OTG Bertambah Menjadi 25 Orang dan PDP 1 Orang

Kesiapan RSUD kata politisi muda asal Partai NasDem itu terkait APD untuk tenaga medis.

Selain APD, Jofan begitu akrab dikenal saat itu juga menyampaikan adanya informasi terkait tenaga medis yang mogok kerja karena kekurangan APD.

“Terpaksa kami datang karena merespon informasi publik terkait tenaga medis yang mogok berkaitan dengan kekurangan APD, termasuk beberapa puskesmas yang keluhkan belum ada APD,” kata mantan aktivis LMND ini.

Senada, Anggota DPRD Belu, Theodorus Manehitu Djuang menyampaikan, sebagai representasi rakyat, pihaknya ingin memastikan kesiapan tenaga medis termasuk APD untuk menghadapi Covid-19 sehingga masyarakat tidak panik.

Baca Juga  Pemkab Kupang Studi Banding di Belu, Jap: Pariwisata Belu Menggeliat

“Ini perlu kita pastikan dan jangan ada informasi seolah ada polemik yang kemudian hanya menciptakan situasi kepanikan dan trauma bagi masyarakat terkait Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Belu, Agustinho Pinto menanyakan apakah anggaran yang direalokasi sebesar Rp. 11 Milyar lebih sudah terealisasi dan dimanfaatkan untuk ketersediaan APD di RSUD Atambua untuk menangani Covid-19 ini atau belum.

Menanggapi itu, Direktur RSUD Atambua, dr. Batsheba Elena Corputty, MARS mengatakan terkait mogok tenaga medis tidak ada.

“Sebenarnya tidak ada mogok, kami pertemuan evaluasi,” katanya.

Terkait APD, saat ini pihaknya memiliki stok APD bantuan dari Propinsi NTT dan donasi dari pihak lain.

“Dari Propinsi baju 60pcs. Ada juga donasi baju dari pihak lain. APD lengkap 4 paket, rapidtes 80 box, masker bedah, masker N95, baju cover all, helm, sepatu boot, baju set. Yang kami pengadaan 300 APD komplit sementara pengiriman, memang jumlahnya belum sampai target dari rencana 2.000,” ungkap dr. Elena.

Baca Juga  Pemda Belu Alihkan Anggaran Perjalanan Dinas 15M Lebih untuk Cegah Covid-19

Terkait anggaran 11M lebih, dr. Elena mengaku sampai hari ini belum cair. Mungkin dalam satu atau dua hari ini.

Selain itu tambah dr. Elena, pihaknya juga sudah menyiapkan ruang isolasi yang saat ini tengah dikerjakan untuk penanganan terhadap pasien Covid-19.

Selanjutnya, ketiga Anggota DPRD Belu itu meninjau langsung ketersediaan APD dan ruang isolasi yang sudah ada.

[A-01/Gin]

108

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: