PAD Belu 2019, BPKAD dan Dinkes Lampaui Target

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Berdasarkan data hasil evaluasi target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Belu tahun 2019, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu tahun 2019 tercatat melampaui target.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tercatat hasil PAD lain sebesar Rp. 6.000.000.000 dan realisasi mencapai Rp 7.224.826.759 atau presentase 120,41 persen.

Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan alam yang dipisahkan sebesar Rp. 7.507.271.925 dan realisasinya Rp. 7.048.979.947 atau 93,90 persen.

Sementara, Dinas Kesehatan melalui pengelolaan pendapatan retribusi daerah sebesar Rp. 825.006.500 dengan realisasinya Rp. 1.131.526.00 atau presentase 137,27 persen, sedangkan lain PAD yang sah tercatat Rp. 6.208.759.787 dan realisasinya Rp.6.477.857.000 atau 104,33 persen.

Demikian Sekda Belu Petrus Bere didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah Marsianus Loe Mau saat penyampaian evaluasi pencapaian PAD Tahun 2019 di Kantor Bapenda Belu, Selasa (03/12/2019).

Selain itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu juga tercatat melampaui target PAD melalui retribusi daerah sebesar Rp. 466.063.000 dengan realisasi mencapai Rp. 492 291.100 atau Presentase 105,63 persen.

Baca Juga  25 Pasien DBD di RSUD Atambua Mayoritas dari TTU

Sementara, PAD Dinas lain masih belum mencapai target bahkan sangat rendah diantaranya, Dinas Lingkungan Hidup dengan target retribusi daerah sebesar Rp. 370.000.000 dan realisasi Rp. 349.790.000 atau presentase 94,20 persen.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan target retribusi daerah sebesar Rp. 400.000.000 namun realisasinya Rp. 321.624.250 atau 80,41 persen.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) target PAD Lain yang sah sebesar Rp. 34.677 156.228 dan realisasi sebesar Rp. 23.795.117.531,42 atau presentase 68,62 persen.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian nilai target retribusi daerah sebesar Rp. 2.554.421.050 sedangkan realisasinya Rp. 1.725.242.100 atau 67,50 persen.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan target retribusi daerah sebesar Rp. 491.707.048 sedangkan realisasi hanya Rp. 272.625.000 atau presentase 55,44 persen.

Dinas Pariwisata dengan target PAD bersumber dari retribusi daerah sebesar Rp. 85.000.000 namun realisasi hanya Rp . 43.643.000 atau sebesar 51,34 persen.

Dinas Perhubungan dengan target PAD bersumber dari retribusi daerah sebesar Rp. 719.802.900 namun realisasinya Rp. 326.830.000 atau sebesar 45,41 persen.

Baca Juga  Kasus 1,2 Ton BBM, Natalia Masuk DPO, Polisi: Warga Bisa Tangkap

Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan dengan target PAD bersumber dari Retribusi Daerah sebesar Rp. 40.000.000 namun realisasinya rendah sebesar Rp. 8 360.000 atau 20,90 persen.

Sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan dengan target PAD yang bersumber dari Retribusi Daerah sebesar Rp. 185.000.000 namun realisasinya sangat rendah hanya Rp 34.895.000 atau 18,86 persen.

Kepada wartawan, Sekda Belu, Petrus Bere mengungkapkan bahwa beberapa OPD telah melampaui target PAD, namun masih ada sebagian besar yang belum mencapai target PAD bahkan ada pula beberapa OPD yang realisasinya masih sangat rendah.

“Ada beberapa OPD yang telah melampaui target PAD, sebagian besarnya belum mencapai target. Namun presentasenya di atas 50 persen, sedangkan beberapa OPD yang nilai realisasi PAD sangat rendah kurang dari 50 persen.

Sekda Bere meminta semua OPD bekerja keras memaksimalkan potensi daerah untuk meningkatkan pencapaian target PAD dalam kurun waktu 14 hari kedepan.

Terkait potensi pendongkrak PAD terbesar jelas Sekda Bere adalah dari retribusi dan pajak Bahan Galian C yang saat ini menjadi primadona bagi Kabupaten Belu.

Baca Juga  Kades Kabuna Gerakkan Seluruh Warga Turun ke Jalan

“Sumber PAD yang saat ini menjadi primadona Kabupaten Belu bersumber dari Retribusi Tambang Galian C untuk kebutuhan infrastruktur dan penghasilan itu harus dioptimalkan demi mendongkrak PAD serta sumber pendapatan lain antara lain pengelolaan parkir, pajak restoran dan rumah makan, serta promosi pariwisata dan lainnya,” ujarnya.

Ia berharap agar semua OPD dapat memaksimalkan potensi dan bekerja keras dalam meningkatkan sumber PAD dalam jangka waktu 14 hari kedepan demi kemajuan daerah.

Untuk diketahui, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Belu tahun 2019 tercatat sebesar Rp. 13.673.396.319 dengan presentase 66,78 persen dari target PAD sebesar Rp. 20.474.000.000

Sedangkan pendapatan pajak daerah baru mencapai Rp.13.400.511.955 atau sebesar 66,30 persen dari target pajak daerah senilai Rp. 20.210.516.251.

[gin/mp]

235

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: