Menjaga Kedaulatan NKRI Di Wilayah Perbatasan adalah Tanggungjawab Bersama

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Upaya menjaga keamanan dan kedaulatan negara merupakan tanggung jawab semua komponen, masyarakat dan instansi terkait sebagai leading sector dengan pola membangun ketahanan masyarakat dalam segala aspek kehidupan. Bahwasanya masyarakat atau rakyat yang kuat, maka negara akan kuat.

Upaya pengamanan wilayah perbatasan juga perlu dilakukan dengan menggunakan pola dan sistem terpadu yang melibatkan semua elemen masyarakat dan instansi terkait sehubungan dengan garis perbatasan negara sepanjang 149 km dengan prinsip keterlibatan masyarakat atau rakyat sebagai garda terdepan.

Hal yang paling mendasar adalah, sinergitas dan kerja sama dalam pengamanan wilayah perbatasan dengan menghindari sikap ego-sektoral.

Demikian simpulan yang mengemuka dalam kegiatan seminar sehari yang digelar Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) dan Kodim 1605/Belu di Aula Dharma Andika Makodim Belu, Kamis (28/11/2019).

Baca Juga  Pejuang Timor-Timur Mengadu ke Komisi I DPRD Belu

Kegiatan seminar bertajuk “Upaya Menjaga Keamanan dan Kedaulatan NKRI di Wilayah Perbatasan RI-RDTL” itu menghadirkan narasumber dari unsur Pemda Belu dalam hal ini Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Belu, Marius Fortunato Loe, unsure TNI, Danramil 1605-01/Atambua, Mayor Kav. Yatman dan Wadansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ, Kapten Muhamad Riduan, unsur Polri, Kabag Ops Polres Belu, AKP Yance Seran dan Kasi Penindakan dan Penyelidikan Bea Cukai Atambua, Maezun Najib.

Sementara peserta yang hadir terdiri dari Kapolsek Perbatasan, Aparat Desa Perbatasan, Dosen, Pimpinan LSM, Pimpinan OKP, Ormawa, Mahasiswa, Pelajar dan Pemuda yang ada di kabupaten Belu.

Ketua LPMTI, Mariano Parada dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan hari ini dapat terlaksana dengan baik.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Dana Desa, Jaksa Belu Tahan Sipri Manek Asa

Ia berharap, semoga melalui kegiatan seminar ini dapat melahirkan gagasan sebagai pola kebijakan dan terobosan baru dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI di wilayah perbatasan RI-RDTL Kabupaten Belu.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Belu, Marius Fortunato Loe dalam sambutannya saat membuka kegiatan seminar tersebut mengatakan, pertahanan keamanan negara dan juga kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia bukanlah tugas semata TNI dan Polri.

Namun kata Kaban Marius, tugas ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan seluruh masyarakat.

“Pagi hari ini kita semua diundang untuk mengikuti seminar dalam menjaga negara kita dari terowongan luar baik itu di bidang ideologi politik ekonomi sosial budaya dan pertahanan keamanan,” kata Marius.

Baca Juga  Pilkada Belu 2020: Enggan “Cerai” dengan Ose Luan, Begini Pengakuan Willy Lay

Menurut Marius, dewasa ini kita ketahui bersama bahwa perang fisik mungkin tidak terjadi lagi. Namun yang kita perlu antisipasi sekarang adalah perang memerangi narkoba karena narkoba akan merusak generasi bangsa kita selanjutnya.

“Kita juga harus terus menanamkan Pancasila kepada generasi penerus kita sejak dini sehingga mereka memiliki semangat nasionalisme. Karena itu, hari ini dihadirkan siswa-siswi dan juga mahasiswa untuk mengikuti Seminar ini. Dengan demikian seluruh elemen yang terlibat baik Mahasiswa, pelajar, masyarakat, LSM kita bersatu untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengedepankan nilai-nilai luhur Pancasila sendiri,” pungkasnya

[gin/mp]

99

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: