Kasus 1,2 Ton BBM, Polisi Limpahkan Berkas dan Tersangka ke Kejaksaan

ATAMBUA, Gerbang-NTT. Com – Penyidik Satuan Reskrim Polres Belu sudah melimpahkan berkas dan tersangka YWK perkara 1,2 ton (1.200 liter) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga illegal dan hendak diselundupkan ke Timor Leste ke Kejaksaan Negeri Atambua.

“Sudah di limpahkan ke Kejaksaan,” kata Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar kepada gerbangindonews.com melalui pesan WhatsAppnya ketika dikonfirmasi, Selasa (17/12/2019).

Menurut Kasat Siregar begitu akrab dikenal, tersangka hingga saat ini masih satu orang. Sementara pelaku lainnya termasuk pemilik mobil dengan inisial Natalia alias N masih menjadi buronan.

“Tersangka masih satu orang. Yang lain masuk DPO dan status dicari,” kata Siregar.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Belu melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) berhasil mengamankan 1,2 ton (1.200 liter) Bahan Bakar Minyak (BBM) diduga illegal dan hendak diselundupkan ke Timor Leste.

Baca Juga  136 Kasus DBD, Kabupaten Belu Belum Dinyatakan KLB

Selain mengamankan 1,2 ton BBM jenis Minyak Tanah (Mitan) itu, pihak Polres Belu juga mengamankan seorang pelaku (sopir) berinisial YWK (21) dan 1 unit mobil minibus dengan nomor Polisi DH 1849 EA yang mengangkut ribuan liter Mitan.

Pelaku YWK dan barang bukti (BB) berupa mobil minibus dan Mitan yang dikemas dalam jerigen ukuran 25 liter sebanyak 60 jerigen diamankan Anggota Unit Tipiter SatReskrim Polres Belu di depan Masjid Pasar Baru Atambua, Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-Timor Leste, Selasa (08/10/2019) sore.

Demikian Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres Belu, Kamis (10/10/2019).

Baca Juga  Batalyon 744/SYB Gelar Lomba Menembak di Perbatasan

Dikatakan Kasat Reskrim, pelaku YWK dan BB Mitan diamankan bermula dari informasi adanya praktek-praktek penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Mitan di wilayah hukum Polres Belu.

Sehingga kata Kasat Siregar, pihaknya menggiatkan upaya patroli dan penyelidikan terhadap penggunaan minyak tanah.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, anggota menemukan ada satu orang berinisial YWK warga desa Silawan. Dalam kendaraan tersebut, anggota menemukan ada 60 jeriken yang isinya adalah BBM jenis minyak tanah sebanyak 1,2 ton,” katanya.

Menurut Kasat Siregar, atas temuan tersebut, anggota Polres Belu mengamankan YWK dan mobil serta puluhan jerigen berisi minyak tanah.

Lebih lanjut jelas Kasat Siregar, dari hasil pemeriksaan, YWK mengakui bahwa ia tidak memiliki izin untuk mengangkut minyak tanah yang ia beli dari sejumlah pembeli di Atambua.

Baca Juga  Dandim Nugroho: Sebagai Anak Bangsa di Perbatasan, Wajib Menjaga NKRI

YWK juga mengakui perbuatannya, dan identitas dari otak pelaku upaya penyelundupan minyak tanah tersebut.

Saat ini, pihak Polres Belu masih terus melakukan pengejaran terhadap otak dari pelaku pengangkutan minyak tanah ini.

Diharapkan, melalui kegiatan operasi yang dilakukan Polres Belu, dapat meminimalisir praktek mafia BBM bersubsidi di wilayah hukum Polres Belu termasuk aktivitas penyelundupan terutama BBM subsidi pemerintah yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat.

[A-01/Gin]

23

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: