Kasus 1,2 Ton BBM, Natalia Masuk DPO, Polisi: Warga Bisa Tangkap

Kasus 1,2 Ton BBM, Natalia Masuk DPO, Polisi: Warga Bisa Tangkap

ATAMBUA, Gerbang-NTT. Com – Penyidik Satuan Reskrim Polres Belu menetapkan Natalia, warga Desa Silawan (Isteri salah satu Ketua RT-red) yang adalah pemilik mobil masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus 1,2 ton (1.200 liter) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga illegal dan hendak diselundupkan ke Timor Leste beberapa waktu lalu.

Terhadap status pelaku Natalia, pihak Kepolisian Resort (Polres) Belu meminta kepada masyarakat untuk menangkap dan menyerahkan ke pihak kepolisian jika mengetahui keberadaan pelaku.

Hal ini ditegaskan Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar kepada gerbangindonews.com melalui pesan WhatsAppnya ketika dikonfirmasi, Selasa (17/12/2019).

Baca Juga  Polres Belu Gelar Operasi Aman Nusa Dua 2020

“Iya (DPO). Namanya Natalia. Kalau ada info yang bersangkutan ada, tangkap saja. Silahkan ditangkap dan kasih tau saya untuk saya jemput,” tandas Kasat Siregar.

Jika masyarakat mengetahui keberadaan pelaku (Natalia) namun tidak bisa menangkap, maka kata Kasat Siregar dapat dilaporkan ke pihaknya agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku.

Baca Juga  Dampak Corona, Anggota Dewan Ini Bersama Pengusaha di Belu Bagi Ratusan Sembako untuk Warga

“Atau kalau tidak, kasih info dan tunjukkan keberadaannya biar kita tangkap. Tapi harus info A1,” kata Siregar.

Penyidik Satuan Reskrim Polres Belu sudah melimpahkan berkas dan tersangka YWK perkara 1,2 ton (1.200 liter) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga illegal dan hendak diselundupkan ke Timor Leste ke Kejaksaan Negeri Atambua.

“Sudah di limpahkan ke Kejaksaan,” kata Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar kepada gerbangindonews.com melalui pesan WhatsAppnya ketika dikonfirmasi, Selasa (17/12/2019).

Baca Juga  Lantik Kades, Bupati Lay: Jangan Dengar Bisikan Tim Sukses

Menurut Kasat Siregar begitu akrab dikenal, tersangka hingga saat ini masih satu orang. Sementara pelaku lainnya termasuk pemilik mobil dengan inisial Natalia alias N masih menjadi buronan.

“Tersangka masih satu orang. Yang lain masuk DPO dan status dicari,” kata Siregar.

[A-01/Gin]

72

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: