Dugaan Korupsi ADD, Jaksa Tahan Kades dan Bendahara Rafae

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu menahan mantan Kepala Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Yosep Soe Tefa dan Bendahara Desa Rafae, Rosanti Nurmalu Jau.

Kedua pejabat desa ini menjadi tahanan jaksa setelah dilimpahkan penyidik Polres Belu yang menangani kasus tersebut.

Para tersangka di tahan di Rumah Tahanan (Rutan) Penfui Kupang.

“Setelah dilimpahkan dari penyidik Polres Belu, kami langsung hantar ke Kupang untuk ditahan. Mereka status tahanan jaksa. Kepala desa Rafae dan bendahara desa Rafae ditahan tanggal 4 Desember 2019”, jelas Kajari Belu, Alfons G. Loe Mau kepada wartawan, Jumat (06/12/2019).

Baca Juga  Longsor Ruas Jalan Manleten di Belu Berbahaya

Menurut Kajari, setelah berkas perkara dua kasus dugaan korupsi dana desa itu dinyatakan lengkap (P21), saat dilimpahkan penyidik Polres Belu ke jaksa.

Lebih lanjut Kajari Alfons menjelaskan, pihaknya menahan ketiga tersangka di Rumah Tahanan (Rutan) Penfui Kupang karena sidang kasus korupsi berlangsung di Pengadilan Tipikor Kupang.

“Kedua tersangka sudah ditahan di Rutan Penfui Kupang dan mereka berstatus tahanan jaksa selama 20 hari dan dapat diperpanjang lagi. Diperkirakan, pekan depan akan dilaksanakan persidangan perdana di Pengadilan Tipikor Kupang,” kata Kajari.

Baca Juga  Pemerintah dan Warga Perbatasan Apresiasi Perhatian dan Kepedulian TNI

Selain menahan Kepala Desa dan Bendahara Rafae, seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu juga menahan tersangka kasus dugaan korupsi dana Desa Rafae, Siprianus Manek Asa selaku Penjabat Kades Numponi di Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Malaka.

Kejari Belu, Alfonsius G Loe Mau kepada wartawan di Kantor Kejari Belu, Jumat (06/12/2019) siang mengatakan sudah melakukan penahanan tersangka, Manek Asa selaku Penjabat Kades Numponi dalam kasus dugaan korupsi dana Desa Numponi, Kamis (05/12/2019).

Baca Juga  PT Naviri Konstruksi Diduga Tak Bayar Jasa Sewa Truk 50 Juta Lebih

Penahanan terhadap Manek Asa dilakukan di rumah tahanan (rutan) Lapas Penfui Kupang.

“Kita sudah kirim tersangka dan yang bersangkutan sementara di Lapas Penfui Kupang. Rencananya, berkas perkara akan kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan,” kata Alfons.

[gin-mp]

516

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: