DBD “Makan” Korban: DPRD Angkat Bicara, Begini Respon Bupati Belu

DBD “Makan” Korban: DPRD Angkat Bicara, Begini Respon Bupati Belu

Salah satu pasien anak penderita DBD (FSS-5,7) Meninggal Dunia Saat di Ruang Jenazah RSUD Atambua

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Wakil rakyat di DPRD Belu angkat bicara terkait melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Belu.

Hal itu lantaran di awal tahun (Januari-Fabruari) 2020 ini, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti tersebut sudah mencapai 136 kasus bahkan memakan korban jiwa saat menjalani perawatan medis di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua.

Anggota DPRD Belu, Benedictus Manek ketika dikonfirmasi mengkritisi upaya yang dilakukan Pemerintah melalui Dinas Kesehatan dalam mencegah wabah demam berdarah tersebut.

“Penanganan DBD ini ditekankan pada tindakan antisipasi. Setiap tahun harusnya dipetakan, musim penghujan, tentu banyak nyamuk. Langkah antisipasi itu yang dilakukan. Ibaratnya, jangan saat musim panas kita baru bagi-bagi payung, kan tidak nyambung,” tandas politisi muda NasDem itu melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (27/02/2020).

Baca Juga  Laka Lena Upayakan Dorong Pemerintah Bantu Masker Gratis dan APD untuk RSUD Atambua

Benny Manek begitu akrab dikenal mengaku prihatin dengan wabah DBD yang memakan korban jiwa. Apalagi, korban adalah pasien anak.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Belu itu juga sangat geram karena para pasien yang tengah menjalani perawatan medis di RSUD Atambua tidak ditangani secata intensif karena diduga keterbatasan alat dan obat.

“Kita minta pemerintah melalui Dinas Kesehatan terutama rumah sakit untuk serius menangani dan tidak main-main dengan masalah ini,” pungkasnya.

Senada, Anggota DPRD Belu, Elvis Pedroso meminta Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang ada di masing masing wilayah untuk fokus dalam penanganan DBD ini agar tidak jatuh korban lagi.

Baca Juga  Pemkab Belu Hibahkan Tanah untuk TPU

Politisi muda PKB ini sangat menyayangkan sikap pemerintah yang seolah kurang responsif dalam menangani kasus ini sehingga jumlah kasus melonjak tinggi bahkan hingga memakan korban jiwa.

“Harusnya pemerintah responsif dan sudah melakukan langkah-langkah antisipasi seperti fogging dan tahapan lainnya untuk menangani wabah ini. Jangan tunggu sampai makan korban (meninggal dunia),” tegas Elvis begitu akrab dikenal.

Terpisah, Bupati Belu Willybrodus Lay telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan dan jajarannya untuk segera melalukan tindakan pencegahan penyakit DBD dengan cara fogging (pengasapan), membagi abate dan himbau masyarakat membersihkan lingkungan.

“Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan lakukan fogging, membagai abate dan menghimbau masyarakat untuk sama-sama membersihkan lingkungan,” tegas Bupati Lay kepada awak media ketika ditemui di rujab Bupati Belu, Kamis (27/02/2020) malam.

Baca Juga  Tinjau Fulan Fehan, Benny Manek Sebut Gubernur Punya Mimpi Besar dan Akan Intervensi Anggaran

Terkait penanganan DBD di RSUD Atambua, Bupati Lay akan memanggil Direktur untuk menanyakan persedian obat dan alat. Karena kekurangan obat dan alat sangat berpengaruh pada pelayanan.

“Saya akan perhatikan, secara teknis saya belum cek itu kalau memang ada masukan (keluhan) besok saya akan panggil untuk menanyakan ini. Besok saya panggil Direktur. Terima kasih ada masukan seperti ini supaya kita bisa cek,” ujarnya.

[A-01/Gin]

181

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: