Anggota DPRD Belu Pertanyakan Hasil Revisi SK 204 Teko Guru

Anggota DPRD Belu Pertanyakan Hasil Revisi SK 204 Teko Guru

Atambua, Gerbangindonews. Com – Anggota DPRD Belu mempertanyakan hasil revisi SK pengangkatan 204 Tenaga Kontrak (Teko) Guru oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay yang menuai protes beberapa waktu lalu.

Pasalnya, hingga hari ini sudah dua pekan rekomendasi DPRD Belu kepada pemerintah sesuai hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (17/09/2019) lalu untuk merevisi SK dengan nomor: BKPP.816.2/405/KEP/IX/2019 tertanggal 6 September 2019 yang ditandatangani Bupati Belu, Willybrodus Lay tersebut.

Selain itu, Bupati Belu Willybrodus Lay juga mengatakan akan meninjau kembali (revisi) SK 204 Teko Guru tersebut setelah melakukan pertemuan dengan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dengan mempertimbangkan regulasi yang ada.

Baca Juga  Awal Tahun, 240 Pejabat Lingkup Pemkab Belu Dimutasi

Demikian penegasan Anggota DPRD Belu, Benedictus Manek kepada gerbang-ntt.com, Selasa (01/10/2019).

“Kita butuh informasi sejauh mana hasil revisi SK 204 Teko Guru,” tandas Beny Manek begitu akrab dikenal.

Menurut Beny Manek yang juga menjabat Ketua Fraksi NasDem DPRD Belu itu, hasil revisi SK 204 Teko Guru itu segera disampaikan sehingga semua menjadi jelas dan para guru segera mengetahui siapa saja yang masuk (diangkat-red) dalam SK tersebut dan siapa saja yang belum.

Baca Juga  Jamin Kesehatan Gratis, Pemda Belu Akomodir Belasan Ribu Warga dengan Jamkesda

Sehingga kata Benny Manek, para guru ini dapat menjalani tugas mengajar dengan nyaman dan tenang termasuk mendapatkan hak-hak mereka atau jasa sebagai tenaga pendidik.

Apalagi jelas politisi muda NasDem ini, pengangkatan 204 Teko Guru tersebut sudah dilakukan sejak awal tahun.

Untuk itu tambah Benny Manek berharap, pemerintah melalui dinas teknis dalam hal ini dinas P dan K harus serius dan cepat melaksanakan hasil kesepakatan antara DPRD Belu dan Pemerintah untuk merevisi SK tersebut.

“Harusnya sudah ada info yang valid dari dinas terkait supaya semua jadi jelas. Kasian Bapak, Ibu guru. Kan tinggal revisi sesuai apa yang sudah diperintahkan oleh Pak Bupati,” ujarnya.

Baca Juga  Selain "Disemprot" Gubernur, Ini Alasan Pemda dan Aparat Berantas Judi di Belu

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Belu, Marsianus Mau Loe belum berhasil dikonfirmasi.

Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsAppnya belum merespon.

[gin/mp]

119

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: