Temui Mensos, Bupati Lay Ingin PKH dan Jamkesda Akomodir Semua Warga Belu Tak Mampu

ATAMBUA, Gerbangindonews. Com – Bupati Belu, Willybrodus Lay menemui Menteri Sosial (Mensos) RI, Juliari Batubara di kantor Kemensos RI pekan lalu di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (17/01/2020).

Orang nomor satu di wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste itu menemui Mensos RI menginginkan agar semua warga Kabupaten Belu yang kurang mampu dapat diakomodir dengan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Keinginan Bupati Lay agar Mensos dapat mengakomodir semua warga Belu tidak mampu dengan Jamkesda tersebut dengan biaya yang dibebankan pada Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN).

Selain Jamkesda, dalam pertemuan itu, Bupati Lay juga meminta dukungan Mensos untuk mengakomodir warga Belu yang tidak mampu melalui Bantuan Sosial (Bansos) sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Baca Juga  Sejumlah Instansi di Belu Belum Pasang Gambar Presiden dan Wapres, Begini Imbauan Bupati

Bupat Lay membenarkan hal itu kepada gerbangindonews.com ketika ditemui di Rujab Bupati Belu, Jumat (24/01/2020) siang.

“Iya kepada Pak Menteri kita minta dukungan APBN agar mengakomodir semua warga belu yang tidak mampu dengan Jamkesda termasuk PKH dan BPNT,” ungkap Bupati Lay.

Terkait Jamkesda menurut Bupati Lay, merupakan upaya pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Belu untuk membantu masyarakat terutama mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Belu di bidang kesehatan.

“Ini upaya Pemerintah untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan warga masyarakat di bidang kesehatan,” katanya.

Ditanya respon Mensos terhadap permintaan tersebut jelas Bupati Lay bahwa prinsipnya ada respon baik dari Mensos RI terhadap usulan yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kata Pak Menteri tentu akan diakomodir tetapi tidak sesuai dengan keinginan kita, akan disesuaikan dengan kondisi APBN,” imbuh Bupati Lay.

Baca Juga  KKP Canangkan Gemarikan, Bupati Lay: Semoga Generasi Belu Terdepan

Bupati Lay menambahkan, pemberian Jamkesda kepada masyarakat merupakan wujud perhatian dari pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu. Dengan demikian, masyarakat tidak mendapatkan kesulitan biaya saat berobat di fasilitas kesehatan karena biaya sudah ditanggung pemerintah.

Sebelumnya, Pemda Belu telah membantu membiayai masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dengan Jamkesda yang diintegrasikan ke BPJS.

Berdasarkan data dari BPJS Atambua, sejak tahun 2018 hingga Januari 2020, Pemda Belu telah memberikan Jamkesda kepada masyarakat kurang mampu sebanyak kurang lebih 16.000 jiwa.

Kurang lebih 15.000 sudah diintegrasikan ke BPJS sejak tahun 2018, sementara di tahun 2020 ini bertambah lagi 1.544 jiwa yang penyerahannya dilakukan di Aula Puskesmas Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kamis (16/01/2020).

Baca Juga  Pemda Belu Imbau Pedagang Tak Naikan Harga Barang

Kepala BPJS Atambua, Munaqib mengatakan Pemda Belu telah mengikutsertakan 16.000 warga kurang mampu sebagai peserta BPJS. Jumlah tersebut tergolong banyak dan menunjukkan bahwa Pemkab Belu serius menangani masalah kesehatan warganya secara khusus warga yang tergolong tidak mampu.

“Terima kasih kepada Pemda Belu yang sejak tahun 2018 hingga saat ini telah mengikutsertakan kurang lebih 16.000 warga tidak mampu sebagai peserta BPJS. Itu artinya, Pemda Belu telah membiayai kurang lebih 16.000 warga tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis”, ungkap Munaqib.

[A01-Gin/Adv Kominfo Belu]

47

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: